DPPKB Rohul Sosialisasikan Pendataan dan Pemutakhiran Data Penduduk


Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Rokan Hulu, bekerjasama dengan BKKBN Provinsi Riau, menggelar sosialisasi pendataan keluarga dan pemutakhiran data tingkat Kabupaten Rokan Hulu tahun 2018, di Hotel Gelora Pasir Pengaraian, Rabu (18/7/2018).

Kepala DPPKB Rokan Hulu, H Yulisman, di sela-sela sosialisasi  menjelaskan, sosialisasi tersebut merupakan pendataan dan pemutakhiran data penduduk di 16 Kecamatan se-Kabupaten Rokan Hulu yang merupakan lanjutan dari tahun 2015 lalu.

“Pada tahun 2015 lalu telah dilakukan pendataan. Kemudian dilakukan evaluasi pada tahun 2016. Demikian juga ditahun 2017, evaluasinya dilakukan pada tahun 2018. Pada tahun 2018 sudah dianggap tercapai sehingga saat ini dilakukan pemutakhiran datanya,” terangnya.

 

Dalam teknisnya, pendataan dan pemutakhiran data penduduk ini dilakukan oleh tim Pembantu Pelaksana Keluarga Berencana (PPKB) yang ditugaskan di setiap Desa se Rohul. Dan selama 10 tahun ini, PPKB ini merupakan ujung tombak dalam melakukan pendataan sekaligus pemutakhiran data dilapangan, bekerjasama dengan RT/RW.

“Jadi, ibu-ibu PPKB ini nantinya yang menjadi ujung tombaknya, karena mereka berada di Desa masing-masing dengan jumlah 10 orang. Dulu Rohul tidak punya PLKB. ASN khusus yang ditugaskan dan di SK kan dari pusat. Dan di Rohul PLKB ini sudah tidak ada lagi dan sekarang menjabat sebagai korlap, sehingga PPKB ini kita berdayakan sebagai ujung tombak kita di lapangan,”sebut H Yulisman.

Menurut H Yulisman, secara spesifik, pendataan ini dilakukan berdasarkan undang-undang dan Peraturan Pemerintah, dalam pendataan dan pemutakhiran data tentang beberapa indikator seperti Indikator Keluarga Sejahtera termasuk Keluarga sejahtera II (KS II) dengan 11 indikator.

Adapun Indikator Keluarga pra-sejahtera, termasuk keluarga pra-sejahtera (KPS), di antaranya, 1. Pada umumnya anggota keluarga makan dua kali sehari atau lebih 2. Anggota keluarga memiliki dari dua pakaian yang berbeda untuk dirumah, bekerja/sekolah dan bepergian 3. Jenis lantai rumah terluas dan bukan tanah 4. Bila ada anggota keluarga sakit dibawa ke fasilitas kesehatan 5. Semua anak umur 7-15 tahun dalam keluarga bersekolah.

Sementara Indikator keluarga sejahtera I. Seluruh anggota keluarga makan daging, ikan, telor minimal seminggu sekali 2. Seluruh anggota keluarga memperoleh paling kurang satu stel pakaian baru dalam satu tahun 3. Luas lantai rumah paling tidak 8  m2 untuk setiap penghuni rumah 4. Pasangan usia subur dengan anak 2 atau lebih menggunakan alat/obat kontrasepsi 5. Semua anak umur 16-18 tahun dalam keluarga masih SLTA atau taman SLTA.

“Untuk tahun 2018 ini sebenarnya sudah dimulai pada pertengahan Juni 2018 kemarin. Mungkin Agustus tahun ini sudah tuntas. Kegiatan ini dilaksanakan melalui anggaran APBD tahun 2018, sedangkan pendataan dilapangan diakomodir oleh BKKBN Provinsi Riau,” tutur dia.

H Yulisman menghimbau kepada petugas PPKB supaya serius menghadiri sosialisasi tersebut. Karena dalam pendataan dan pemutakhiran data ada blanko yang di isi. Dan hal itu harus dipelajari karena sosialisasi ini hanya berlangsung satu hari.

Dalam acara tersebut 3 orang narasumber dari BKKBN Provinsi Riau didatangkan yakni, Nurhamdalis, Ronaldi, dan Said Masri. Adapun peserta yang hadir merupakan seluruh Kepala Desa se-Rohul, dan PPKB se-Rohul.